Arti kata zuhud adalah tidak ingin kepada sesuatu dengan meninggalkannya. Menurut istilah
zuhud
adalah berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat
material atau kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan
sesuatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan
akherat.
Ada 3 tingkatan zuhud yaitu:
- Tingkat Mubtadi’ (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya.
- Tingkat Mutahaqqiq yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil
keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini
tidak mendatangkan keuntungan baginya.
- Tingkat Alim Muyaqqin yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia
ini mempunyai nilai, karena dunia hanya melalaikan orang dari mengingat
Allah. (menurut Abu Nasr As Sarraj At Tusi)
Menurut AI Gazali membagi zuhud juga dalam tiga tingkatan yaitu:
- Meninggalkan sesuatu karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari padanya
- Meninggalkan keduniaan karena mengharap sesuatu yang bersifat keakheratan
- Meninggalkan segala sesuatu selain Allah karena terlalu mencintai-Nya
Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan pandangan bahwa harta
benda adalah se’suatu yang harus dihindari karena dianggap dapat
memalingkan hati, dari mengingat tujuan perjalanan sufi yaitu Allah.
Namun ada yang berpendapat bahwa zuhud bukan berarti semata-mata tidak
mau memiliki harta benda dan tidak suka mengenyam nikmat duniawi, tetapi
sebenarnya adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta
dan kesenangan duniawi dalam mengabdikan diri kepada Allah
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking